Remaja Pecinta Kristus (RPK): Pulang untuk Melayani, Bersama Kristus Kita Bertumbuh

Remaja Pecinta Kristus (RPK) merupakan kegiatan yang menjadi sarana pembinaan iman katollik bagi siswa di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Semangat yang mendasari kegiatan ini adalah pelayanan dan keteguhan iman. Pada mulanya RPK didirikan atas dasar respon terhadap situasi politik nasional ketika hubungan Indonesia-Belanda terputus dan asset-aset Misi Katolik terancam penyitaan. Kala itu RPK berarti Resimen Pengawal Kristus, sebuah simbol kesetiaan terhadap Gereja dan iman Katolik. Seiring berjalannya waktu, orientasi gerakan RPK berubah dari upaya mempertahankan aset fisik menjadi pembinaan Rohani dan karakter remaja Katolik (siswa Van Lith) agar mampu menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari. Adanya perubahan nama dari Resimen Pengawal Kristus menjadi Remaja Pecinta Kristus merupakan bentuk adaptasi terhadap dinamika generasi muda, tanpa mengubah semangat dan tujuan utamanya, yaitu membentuk pribadi yang Tangguh, beriman mendalam serta menjadi rasul awam yang 100% Katolik dan 100% Indonesia.


Memasuki era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pergeseran nilai dikalangan remaja, RPK menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan daya Tarik dan relevansinya. Sekolah dan asrama memiliki kesadaran bahwa proses pembinaan iman tidak bisa hanya disampaikan dengan cara konvensional. Oleh karena itu, dilakukan beberapa penyesuaian agar kegiatan RPK tetap kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa masa kini. Kagiatan RPK dibuat kebih interaktif, menghadirkan kisah inspiratif yang dekat dan sesuai dengan keadaan siswa asrama, beberapa kali mencoba menggunakan media digital dan juga adanya penekanan nilai refleksi personal dan pengalaman iman sehari-hari.


Dalam menghadapi perubahan itu, sekolah dan asrama tidak dapat bergerak sendirian. Sekolah dan asrama merasa perlu hadirnya figure pendamping yang menjembatani nilai-nilai tradisi dengan dinamika yang terjadi pada generasi remaja dalam hal ini anak asrama. Oleh karena itu sejak tahun 2009 sekolah dan asrama mengundang Pavali untuk terlibat dalam kegiatan RPK. Langkah ini menjadi wujud nyata sekolah beradaptasi terhadap kebutuhan zaman. Memanfaatkan kehadiran, pengalaman dan kisah alumni sebagai sumber inspirasi dan teladan yang dekat dengan realitas kehidupan berasrama. Kehadiran alumni diharapkan dapat memperkaya proses pembinaan dengan pendekatan yang lebih hangat, relevan dan mengena.


Tawaran keterlibatan ini disambut hangat Pavali sebagai momen untuk “pulang” dan berbagi makna. Sampai saat ini, sebanyak +/- 12 Pavali aktif dalam memberikan sharing rutin mingguan, anggota Pavali lain turut membantu dalam proses pembuatan materi serta memberikan pembekalan pada kegiatan Pra-RPK. Kehadiran Pavali bukan sekedar sebagai pendamping, tetapi sebagai saudara dan teladan yang menuntun adik-adik menemukan makna iman di Tengah tantangan hidup masa kini. Melalui keterlibatan ini, semangat RPK diperbaharui, RPK menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang menghadirkan Kristus dalam hidup, dan menyadari bahwa setiap pribadi dipanggil untuk tumbuh, melayani dan saling mendukung.


Hingga saat ini, keterlibatan Pavali dalam kegiatan RPK menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan, persaudaraan dan cinta kepada Kristus tidak berhenti setelah masa sekolah berakhir. Pengalaman dan kehadiran Pavali menjadi cerita yang membantu proses pengembangan iman siswa melalui sharing di RPK. RPK bukan sekedar kegiatan rutin, melainkan ruang tumbuh Bersama. Oleh karena itu, kami mengajak teman-teman Pavali untuk kembali pulang, berbagi pengalaman dan menyalakan kembali semangat pelayanan. Setiap langkah kecil keterlibatan kita menjadi wujud nyata dari panggilan untuk mencintai, melayani dan bertumbuh Bersama Kristus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related

Dalam rangkaian kegiatan Orientasi Asrama dan Sekolah (OASE) SMA Pangudi Luhur Van Lith, para alumni turut hadir memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi 35 Vanlithsian. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025 di Asrama Putra dan Putri SMA Pangudi Luhur Van Lith ini diisi dengan sesi Sharing Pavali tentang membangun hidup sehat dan dinamika sosial hidup bersama di asrama.


Para alumni yang hadir sebagai narasumber ada Anggit VL 15 dan Nindya VL 14 berbagi cerita untuk siswa wanita, sedangkan Denta VL 21, Desta VL 24 dan Fredi VL 12 berbagi pengalaman untuk siswa pria. Para alumni menceritakan pengalaman membangun hidup sehat di asrama dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan asrama, mengatur waktu agar bisa istirahat yang cukup, menjaga pola makan dan mengelola stress pada diri. Selain itu, para alumni juga berbagi cerita pengalaman tentang dinamika sosial kehidupan berasrama mulai dari adaptasi kehidupan asrama, perjuangan akademik, hingga pengalaman spiritual dan kebersamaan yang membentuk karakter mereka. Cerita-cerita penuh kehangatan ini membuka mata para siswa baru tentang arti sesungguhnya menjadi bagian dari keluarga besar Van Lith.


Selain berbagi pengalaman, para alumni juga memberikan motivasi agar para siswa baru menikmati setiap proses, berani keluar dari zona nyaman, serta menjadikan tahun-tahun di Van Lith sebagai masa pembentukan jati diri yang berharga untuk kehidupan selanjutnya.


Sesi sharing ini diakhiri dengan tanya jawab antara siswa dan alumni. Para siswa tampak antusias bertanya seputar membangun kekompakan satu angkatan hingga tips menjaga semangat belajar di lingkungan yang baru.

Suasana akrab dan penuh semangat terasa dalam kegiatan Sharing Pavali yang digelar pada hari Jumat, 5 September 2025 bertempat di Aula SMA Pangudi Luhur Van Lith. Dalam acara ini Mas Asda VL 10 beserta istri berbagi pengalaman dari bangku sekolah hingga bekerja, dalam sebuah sesi hangat bertajuk “Belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari pengalaman”.


Dalam kegiatan ini, Mas Asda memulai dengan presentasi penjelasan pentingnya melanjutkan belajar ke perguruan tinggi dan ditunjukan data-data perbandingan tingkat pendidikan dan penghasilan. Mas Asda juga berbagi cerita pengalaman melanjutkan kuliah di Singapore mulai dari persiapan kuliah di luar negeri sampai pada tantangan yang dihadapi ketika kuliah di Luar Negri. Di akhir presentasi, Mas Asda memberikan tips kepada para siswa agar tetap berusaha yang terbaik karena usaha tidak pernah mengkianati hasil.


Mbak Andra (istri Mas Asda) juga berbagi cerita pengalaman hidup dari bangku sekolah hingga perjalanan meraih cita-cita. Dalam ceritanya, Mbak Andra memiliki cita-cita menjadi direktur supaya bisa berpergian dengan menggunakan pesawat. Usaha Mbak Andra cukup kuat mulai dengan belajar giat agar prestasi tetap di rangking 3 besar dan berani mengorbankan kesenangan demi meraih cita-citanya. Di akhir cerita, Mbak Andra berbagi tips kepada para siswa agar berani berkorban dan mengambil keputusan dalam diri untuk meraih cita-citanya.


Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para siswa antusias mengajukan pertanyaan seputar pilihan karier, kuliah, cara menjaga semangat ketika menghadapi kegagalan serta cara berbagi waktu antara pekerjaan, kuliah dan keluarga.


Acara Sharing Pavali ini menjadi jembatan inspirasi antara generasi. Semoga semangat dan cerita para alumni terus mengalir, menguatkan keluarga besar Van Lith untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi sesama.

Organisasi PAVALI ada karena kita semua. Dari persaudaraan yang pernah tumbuh di bangku sekolah, kini jadi wadah untuk terus saling menguatkan. 🌱 Dengan uluran tangan melalui QR Code yang tersedia, langkah kita tetap terjaga mulai dari pertemuan alumni, kegiatan komunitas, sampai karya sosial kemasyarakatan. Karena setiap kontribusi adalah bukti cinta kita pada persaudaraan Alumni Van Lith. Terimakasih, Sabahat. Apimu Menyala Terang.